Gunung Ile Ape, Pesona Lain Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur

Gunung Ile Ape, Pesona Lain Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur

Berbicara tentang Lembata, kebanyakan orang pasti langsung terbayang dengan perburuan paus. Tradisi berburu ikan raksasa ini sudah berlangsung ratusan tahun dan dikenal banyak orang. Tapi Lembata bukan hanya tentang tradisi perburuan paus, pesona alam dan kearifan lokal sama-sama menarik untuk dijelajahi dan diperdalam. Salah satu pesonanya ada pada sebuah tanjung di sebelah utara pulau, yaitu Gunung Ile Api. Gunung ini berdiri tegak dan menjadi titik tertinggi di Pulau Lembata, seakan siap mengawasi segala aktivitas yang berlangsung di Pulau Lembata.

Masyarakat di kaki Gunung Ile Api menganggap gunung ini sebagai gunung suci. Oleh karena itu, saat berkesempatan bertemu langsung dengan gunung ini, para pengunjung diharapkan dapat menghormati adat istiadat yang dijunjung masyarakat setempat. Keyakinan ini juga membantu para pendaki untuk merasakan langsung khusyuknya mendaki gunung yang tentunya akan meninggalkan kesan berbeda.

Pendakian ke puncak Gunung Ile Api bisa dimulai dari Desa Lewotolok, desa ini merupakan salah satu desa adat yang berada di kaki Gunung Ile Ape. Sebenarnya ada beberapa titik pendakian lainnya, seperti Desa Jontona, Desa Bungamuda, Desa Lamatokan, dan dari Desa Kolontobo. Gunung ini juga digunakan sebagai tempat digerlarnya Upacara Adat Utan Werun (Kacang Tumbuh) yang merupakan perayaan hari jadi masyarakat adat Lamarian.

Di puncak Gunung Ile Api para pendaki dapat melihat pemandangan indah biru Laut Flores yang terhampar di Pulau Adonara dengan Gunung Ile Boleng. Berada di titik tertinggi Pulau Lembata, para pendaki bisa melihat pemandangan lepas tanpa ada halangan, bahkan momen matahari terbit dan terbenam pun bisa disaksikan di gunung ini.